NAMA : ADE SUCI FITRIA
KELAS : XI ULP 1
Peranan Bahasa Inggris Dalam Dunia Pariwisata
Bahasa Inggris memiliki peranan penting dalam dunia pariwisata.
Seperti diketahui bahwa Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa
internasional yang sangat lazim digunakan dalam dunia pariwisata.
Penggunaan Bahasa Inggris di industri pariwisata memudahkan
komunikasi antara pelaku pariwisata dengan para wisatawan yang datang
dari segala penjuru dunia.
Joseph, Munghate, Arts, & College (n.d.) menyebutkan 6 peran
penting Bahasa Inggris dalam dunia pariwisata. Keenam peran tersebut
adalah sebagai berikut.
a. Communicative/Interactive Role
Ini merupakan peran paling utama Bahasa Inggris dalam dunia
pariwisata. Bahasa Inggris merupakan media komunikasi antara
pelaku wisata dengan wisatawan maupun antar wisatawan. Ketika
orang dari berbagai negara datang dan mengunjungi suatu tujuan
wisata maka bahasa asal tidak dapat lagi dipergunakan karena itu akan
sulit dipahami oleh orang lain. Begitu pula para pelaku wisata yang
biasanya merupakan orang lokal juga tidak dapat menggunakan bahasa
daerahnya karena para wisatawan tidak akan memahaminya. Maka
pelaku wisata dan wisatawan perlu menggunakan sebuah bahasa yang
kedua belah pihak ketahui. Pada kasus seperti inilah Bahasa Inggris
memiliki peranan yang sangat penting, yaitu sebagai medium
komunikasi antara kedua belah pihak.
b. Integrative Role
Selain memiliki peran sebagai medium komunikasi, Bahasa
Inggris merupakan pemersatu. Seperti diketahui kegiatan pariwisata
melibatkan banyak orang dari berbagai negara, adat, budaya, ras, dan
kepentingan. Bahasa Inggris mengambil peran dalam
mengintegrasikan semua orang tanpa mengenal latar belakang orang-
orang tersebut.
c. Lingua-Franca Role
Peran Bahasa Inggris sebagai Lingua-Franca memiliki
kemiripan dengan peran Bahasa Inggris sebagai medium komunikasi
antar pihak dalam dunia pariwisata. Satu orang wisatawan tidak hanya
bepergian ke satu negara saja, banyak diantara para wisatawan yang
berkunjung ke lebih dari 1 negara. Ini merupakan hal yang sulit jika
seorang wisatawan harus belajar bahasa yang digunakan di negara
tujuan sebelum ia mengunjunginya. Bahasa Inggris merupakan
jembatan bagi wisatawan dan pelaku wisata. Lingua-Franca dapat
diartikan sebagai bahasa pengantar atau pergaulan bagi orang-orang
yang berada di lingkungan dengan beragam bahasa.
d. Relation-Fostering Role
Bahasa Inggris turut membantu manusia untuk membentuk
atau memperkuat hubungan antar manusia, khususnya hubungan yang
bersifat global. Dalam dunia pariwisata, Bahasa Inggris
memungkinkan wisatawan turut serta dalam kegiatan atau aktifitas
masyarakat lokal. Ini dikarenakan para wisatawan dapat terlibat dalam
dialog dan diskusi dengan masyarakat lainnya dengan menggunakan
media Bahasa Inggris.
e. Economic/Business Role
Globalisasi memudahkan tenaga kerja dari berbagai negara
untuk datang dan bekerja di suatu negara. Bahkan perdagangan lintas negara pun dapat dilakukan dengan mudah saat ini. Peran Bahasa
Inggris sangat besar dalam hal bisnis dan ekonomi. Bahasa Inggris
menjadi pengantar dalam bisnis, khususnya dalam bisnis pariwisata.
f. Fuctional Role
Peran terakhir Bahasa Inggris dalam dunia pariwisata adalah
functional role. Peran ini membantu wisatawan maupun masyarakat
lokal dalam memperoleh informasi tertentu, meminta bantuan, dan
fungsi-fungsi lain yang diperlukan dalam kegiatan berwisata.
- Pentingnya Penguasaan Bahasa Inggris Bagi Pelaku Pariwisata
Pertanyaan kedua yang ingin dijawab dalam library research ini
adalah tentang pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi pelaku
pariwisata. Pada paparan sebelumnya telah disebutkan peranan Bahasa
Inggris dalam sektor pariwisata sehingga dapat diketahui bahwa
penguasaan Bahasa Inggris baggi pelaku pariwisata adalah penting adanya
Pertanyaan kedua yang ingin dijawab dalam library research ini adalah
tentang pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi pelaku pariwisata.
Pada paparan sebelumnya telah disebutkan peranan Bahasa Inggris dalam
sektor pariwisata sehingga dapat diketahui bahwa penguasaan Bahasa
Inggris baggi pelaku pariwisata adalah penting adanya (Erazo, Ramírez,
Encalada, Holguin, & Zou, 2019: 156). Dikatakan pula bahwa
keterampilan berbahasa Inggris penting dimiliki untuk membangun karir
di industri pariwisata (Prabhu & Wani, 2016: 6). Al-saadi (2015: 33)
menambahakan bahwa keterampilan berbahasa Inggris merupaka syarat
untuk mampu meraih posisi manajerial dalam sebuah hotel atau bisnis
akomodasi dalam pariwisata.
Penguasaan Bahasa Inggris dalam dunia pariwisata akan berimbas
pada beberapa hal terkait (Al-saadi, 2015: 33), yaitu sebagai berikut.
a. Meningkatkan kepuasaan pelanggan. Dengan memiliki keterampilan
berbahasa Inggris, maka pelaku pariwisata akan mampu meningkatkan
kepuasaan pelanggannya.
b. Memotivasi wisatawan internasional. Dengan mampu berkomunikasi
dalam Bahasa Inggris maka akan mampu menarik minat wisatawan
internasional untuk datang karena komunikasi yang terjadi akan lebih
efektif.
c. Membantu memahami kebutuhan wisatawan dengan lebih baik.
Dengan komunikasi yang baik, maka segala kebutuhan dan keperluan
wisatawan dapat dipahami dan diatasi.
d. Membantu untuk lebih memahami budaya lain.
e. Membantu meningkatkan efektifitas komunikasi baik komunikasi
internal maupun komunikasi eksternal.
Dalam penelitiannya Erazo et al. (2019: 156) mengemukakan
keuntungan memiliki keterampilan dan kerugian yang diperoleh jika tidak
memiliki keterampilan Bahasa Inggris. Keuntungan memiliki karyawan
yang mampu berbahasa Inggris adalah sebagai berikut.
a. Meningkatkan revenue hotel atau pemasukan tempat wisata.
Memiliki karyawan yang mampu berkomunikasi dengan
menggunakan Bahasa Inggris secara tidak langsung dapat
meningkatkan revenue atau pemasukan sebauah objek wisata. Ini
dikarenakan penguasaan Bahasa Inggris mampu mengingkatkan
kepuasaan pelanggan terhadap layanan yang diberikan (Al-saadi,
2015: 33) sehingga mereka tidak akan segan untuk memberikan lebih
dan bahkan untuk berkunjung kembali. Selain meningkatkan kepuasan
pelanggan, keterampilan berbahasa Inggris juga turut membantu dalat
menjual produk atau jasa yang ditawarkan sehingga dapat menambah
revenue atau pendapatan.
b. Meningkatkan efektifitas komunikasi antara kedua belah pihak.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Al-saadi (2015) di atas
bahwa keterampilan berbahasa Inggris dapat meningkatkan efektifitas
komunikasi antara pelaku wisata dengan wisatawan serta komunikasi
antar pelaku wisata.
c. Mampu mengoperasikan sistem komputer dengan lebih baik.
Saat ini, pekerjaan di berbagai sektor telah banyak dibantu
oleh teknologi, beberapa pekerjaan manual mulai digantikan oleh
komputer. Begitu juga yang terjadi di sektor pariwisata. Beberapa hal
telah dilakukan secara online, seperti pemesanan dan pemberian
komentar atau masukan. Ketika memiliki karyawan yang mampu
berbahasa Inggris maka mereka akan lebih mudah dalam
mengoperasikan komputer mengingat teknologi lebih banyak
menggunakan Bahasa Inggris.
Prabhu & Wani (2016: 6) menambahkan bahwa keterampilan
berbahasa Inggris diperlukan bagi pekerja pariwisata dalam 3 hal penting.
Ketiga hal tersebut adalah promosi jabatan, penempatan, dan personal
branding. Keterampilan Bahasa Inggris diperlukan dari level bawah dalam
karir di dunia pariwisata hingga di level atas. Keterampilan Bahasa Inggris
diperlukan dalam membentuk personal branding. Personal branding
merupakan suatu usaha untuk membentuk citra diri sehingga orang lain
dapat melihat kita seperti apa yang kita inginkan. O’Brien (2009) dalam
Yunita (2010 : 16) menyatakan bahwa personal branding merupakan
identitas diri yang dapat mempengaruhi pandangan dan tanggapan orang
lain terhadap kualitas diri orang tersebut. Montoya menambahkan bahwa
untuk membentuk personal branding diperlukan keahlian, keterampilan,
keunikan yang dikemas dalam suatu identitas (Yunita, 2010: 16).
Keterampilan berbahasa Inggris dapat membantu seseorang dalam
membentuk personal branding nya. Selain membentuk personal branding,keterampilan Bahasa Inggris juga turut serta mempengaruhi proses
penempatan atau placement seorang karyawan di industri pariwisata. Yang
terakhir adalah keterampilan Bahasa Inggris berpengaruh pada promosi
jabatan. Seseorang yang memiliki keterampilan berbahasa Inggris akan
dianggap lebih layak untuk dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi.
Bahasa Inggris penting untuk dikuasai meskipun pada beberapa
tempat wisata atau hotel Bahasa Inggris tidak digunakan secara terus
menerus. Beberapa hotel atau tempat wisata yang tidak menggunakan
Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, maka Bahasa
Inggris dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu ocassionally, dan rarely
(Erazo et al., 2019: 156). Ocasionally merupakan keadaan dimana Bahasa
Inggris hanya digunakan pada waktu-waktu tertentu saja, misalnya ketika
hotel atau tujuan wisata tersebut memiliki wisatawan asing. Tetapi Bahasa
Inggris disini tidak digunakan setiap hari karena wisatawan asing tidak
datang setiap hari untuk berkunjung. Selain ocasionally, Bahasa Inggris
juga digunakan secara rarely yang berarti Bahasa Inggris sangat jarang
digunakan. Ini bisa diakibatkan oleh daerah tujuan wisata bukan
merupakan daerah tujuan wisata untuk wisatawan asing sehingga para
pelaku pariwisata hanya berhadapan dan berkomunikasi dengan wisatawan
lokal yang memiliki Bahasa Nasional yang sama.
#SMKN 4 BANDAR LAMPUNG
#pelajar pariwisata
#pariwisata lampung
#english for tourism